Sunday, December 2, 2012

Aneka Jenis Tahu Di Berbagai Negara

Tahu, siapapun pasti tak asing dengan sebutan yang satu ini, murah meriah dan rasanya juga enak, terlebih tahu kaya akan vitamin dan baik bagi selurh keluarga, tapi tahukah anda, bahwa tahu memiliki nama dan jenis di hampir setiap negara di bawah ini, nahuntuk itu saya akan mengulasnya di postingan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi anda pecinta kuliner.

1. Indonesia

  • Tahu kuning: Paling banyak ditemukan di pasaran. Teksturnya padat dengan warna kuning berkat kunyit. Cocok untuk tumisan atau digoreng.
  • Tahu putih: Firm tofu yang bisa diolah menjadi berbagai jenis hidangan. Dijual dengan cara dibungkus kain putih dan direndam air. Tahu ini sebenarnya sama dengan doufu dari Cina.
  • Tahu sutera: Terinspirasi dari soft tofu asal Cina dan Jepang. Yang dijual di pasaran, biasanya sudah ditambah perasa telur atau seafood.
  • Tahu Sumedang: Mirip dengan tahu lain namun memiliki potongan yang kecil (bite size). Diolah dengan cara digoreng hingga permukaannya kasar dan berwarna cokelat tua. Berasal dari wilayah Sumedang, Jawa Barat.
  • Tahu pong: Berasal dari tahu putih yang diolah secara khusus sehingga menghasilkan rongga berukuran besar. Ketika digoreng, bagian dalam tahunya membesar hingga nyaris kosong.
  • Tahu takwa: Dikenal juga sebagai tahu kacang hijau atau tahu Kediri karena banyak diproduksi di Kediri, Jawa Timur. Teksturnya padat dan rasanya gurih. 
 2. Cina


  • Doufu: Tahu segar bertekstur lembut dan paling populer di Cina.
  • Doufugan: Tahu yang dikeringkan dibawah sinar matahari. Teksturnya kenyal. Biasa ditekan hingga tipis dan dipotong seperti mi lidi. Umum dipakai dalam tumisan atau disajikan dingin sebagai penutup.
  • Douhua: Digunakan dingin sebagai bahan dessert, karena teksturnya yang lembut. Selain berwarna putih, ada juga yang hitam karena terbuat dari kedelai hitam. Khusus dessert, disajikan dengan disiram sirup gula  dan buah. Untuk sajian gurih, ditambahkan bawang daun dan sambal XO. Populer juga di Malaysia.
  • Doufuru: Hasil fermentasi tahu yang telah dipotong kubus dan dikeringkan di bawah jerami. Fermentasi terjadi karena adanya bakteri pada jerami dan ruangan. Setelah kering, tahu biasa diolah menjadi acar bersama wine, cuka, dan berbagai bumbu.
  • Choudoufu: Dikenal juga sebagai stinky tofu karena aromanya yang kurang sedap. Populer di Cina dan Taiwan. Diolah dengan cara digoreng dan dibumbui cabai lalu dijajakan sebagai street food.
3. Jepang


  • Sukui dofu: Soft tofu yang serupa dengan soft tofu di Cina. Disajikan dingin sebagai appetizer dengan topping jahe parut dan kecap asin.
  • Kinugoshi dofu: Bertekstur lebih padat daripada sukui dofu. Biasa dipotong kotak kecil dan menjadi pelengkap untuk sup miso.
  • Momen dofu: Tahu favorit untuk hidangan goreng di Jepang. Teksturnya yang padat sehingga tidak akan pecah ketika diolah. Contohnya agedashi tofu.
  • Aburaage: Populer dengan sebutan inari untuk isian sushi. Biasanya hanya kulit tahunya saja yang diolah lebih lanjut. Warnanya cokelat keemasan dan agak manis.

 4. Korea


  • Soondubu: Paling populer di Korea. Tekstur sangat lembut dan menjadi bahan utama pada stew dan sup.  
  • Yeondubu: Bertekstur lembuat seperti panna cotta. Kerap disajikan mentah dan diperciki dengan kecap asin sebagai banchan (side dish).
  • Dubu: Teksturnya padat dan bisa disantap mentah maupun digoreng dengan minyak sedikit. Disantap bersama kimchi atau dimasukkan ke dalam sup, stew, atau isian mandu (gyoza ala Korea).

Ditulis Oleh : All About Women // 6:53 AM
Kategori:

0 komentar:

Post a Comment